UMKM di Indonesia

Tips dan Cara Memulai Usaha Hampers Untuk Pemula

Saat bulan Ramadhan hampir berakhir atau menjelang lebaran merupakan momen yang tepat untuk memaksimalkan peluang bisnis. Salah satu bisnis yang banyak diburu ketika momen tersebut adalah jasa pembuatan hampers.

Berbagi hampers ke keluarga, saudara hingga teman dekat seperti sudah menjadi tradisi masyarakat kita. Kenapa tidak kita memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga kita.

Bisnis hampers cocok untuk Anda yang mempunyai cukup waktu luang seperti ibu rumah tangga. Selain itu bisnis ini juga tidak terlalu ribet dengan modal minim, bahkan untuk Anda yang masih pemula sekalipun.

Tips dan Cara Memulai Usaha Hampers Untuk Pemula

Meskipun tergolong tidak terlalu sulit, namun Anda harus tahu bahwa pada momen tersebut akan ada banyak usaha hampers dadakan yang bermunculan. Untuk itu bila Anda seorang pemula ada baiknya mengetahui bagaimana tips untuk memulainya agar bisa bersaing dengan lainnya. Bila Anda tertarik, berikut beberapa tips dan cara memulai usaha hampers :

1. Pilih supplier yang sesuai

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari supplier yang sesuai dan terpercaya. Pastikan supplier menyediakan berbagai isian hampers yang akan Anda buat. Pilih supplier yang memberikan barang berkualitas dengan harga yang semurah mungkin, bandingkan dulu harga dan kualitas antar supplier agar Anda bisa menemukan yang terbaik.

2. Pelajari keterampilan merangkai dan membungkus hampers

Jangan malas untuk mempelajari berbagai jenis cara merangkai dan membungkus hampers, buatlah desain yang unik dan berbeda dari lainnya agar hampers Anda mempunyai daya tarik.

Dengan membuatnya sendiri tentunya keuntungan yang akan didapatkan lebih besar dibandingkan hanya sekedar menjualkannya saja. Anda dapat mempelajari hal tersebut melalui internet baik sosial media, youtube maupun browsing melalui Google.

3. Tentukan target market yang realistis

Target market atau pasar ini akan menentukan bagaimana konsep hampers, isiannya hingga cara mempromosikannya. Dengan begitu Anda bisa menjelaskan kenapa hampers tersebut cocok untuk mereka, selanjutnya tinggal bagaimana meyakinkan konsumen.

4. Tentukan strategi yang sesuai untuk promosikan usaha

Dengan banyaknya kompetitor, tentunya kita membutuhkan strategi promosi yang tepat untuk menarik konsumen. Karenanya disini kita perlu menentukan target pasar kita dulu, dengan begitu promosi kita bisa lebih fokus dan realistis.

5. Tentukan harga jual yang dapat bersaing

Perlu Anda ketahui bahwa bisnis hampers ini ada 2 sistem yaitu sebagai penjual yang memproduksi sendiri dan reseller. Bila Anda tidak ingin ribet maka memilih reseller akan lebih cocok. Anda hanya perlu menjualkan produk hampers supplier, namun keuntungan yang didapatkan tentunya akan lebih sedikit.

Bila Anda menginginkan keuntungan lebih maka dapat menjadi penjual yang memproduksinya sendiri. Namun Anda harus memperhitungkan berapa modal yang dibutuhkan dan menentukan harga jual yang dapat bersaing.

6. Bila ingin menekan modal, gunakan sistem pre-order

Bila Anda mempunyai modal yang terbatas maka bisa menggunakan sistem pre-order. Dengan begitu kita hanya akan membuat hampers bila ada pembeli yang memesan dan telah melakukan pembayaran atau setidaknya dp 50%. Meski begitu kita harus mempunyai contoh sampel hampers sebagai gambaran konsumen.

7. Manfaatkan sosial media

Sudah menjadi hal yang lumrah dimana sosial media dijadikan sebagai tempat promosi usaha oleh pemilik bisnis, CEO UMKM maupun penjual untuk memasarkan produknya. Kita juga dapat melakukan hal yang sama, buat akun sosial media untuk usaha Anda dengan nama yang unik.

Pastikan Anda menggunakan foto yang bagus untuk menarik minat pelanggan. Selain itu pelajari bagaimana cara mempromosikan usaha yang baik melalui sosial media untuk menjaring konsumen sebanyak mungkin.

Gambaran Modal Awal Untuk Memulai Usaha Hampers

Setelah mengetahui beberapa tips untuk memulai usaha hampers, tentunya Anda juga harus tahu berapa gambaran modal yang dibutuhkan. Dengan begitu kita dapat menentukan harga jualnya dan memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh. Sebagai gambaran berikut modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini :

Jenis barang Harga per unit Total
Jar kaca silinder 100 buah Rp 8.000 Rp 800.000
Hard box 50 buah Rp 20.000 Rp 1.000.000
Print kartu ucapan 50 lembar Rp 5.000 Rp 250.000
Cetak stiker nama usaha 50 lembar Rp 25.000 Rp 125.000
Tabung bertutup gabus 50 buah Rp 5.000 Rp 250.000
Pouch kain satin silk 50 buah Rp 7.000 Rp 350.000
Shredded paper 30 buah Rp 8.000 Rp 240.000
Pita hampers diameter 4 cm, 5 buah Rp 32.500 Rp 162.500
Pita hampers diameter 2 cm, 10 buah Rp 15.000 Rp 150.000
Gunting 1 buah Rp 6.000 Rp 6.000
Lem 1 buah Rp 52.000 Rp 52.000
Kue kering 50 toples (2 jenis) Rp 100.000 Rp 5.000.000
Teh chamomile 18 box untuk 50 tabung Rp 80.000 Rp 1.440.000
Total Rp 9.825.500

Perlu diketahui bahwa modal tersebut bisa saja berubah tergantung dari isian yang Anda gunakan, karenanya kita perlu melakukan survei harga lebih dulu. Bila Anda tidak mempunyai modal sebanyak itu, kini tidak perlu berkecil hati lebih dulu. Sebab kini telah ada berbagai fintech yang memberikan permodalan untuk berbagai usaha maupun UMKM di Indonesia.

Bila Anda seorang ibu rumah tangga yang akan memulai suatu usaha, Amartha bisa menjadi pilihan terbaik untuk Anda. Amartha akan memberikan permodalan dengan syarat yang mudah dan bunga yang ringan, sebab Amartha memang berfokus pada UMKM yang dikelola oleh IRT.

Manfaatkan pula program #100RibuSejutaPeluang yang tengah diadakan Amartha untuk mendapatkan permodalan usaha Anda. Program tersebut juga mengajak Anda untuk berinvestasi mulai dari 100 saja untuk menciptakan 1 Juta Peluang usaha demi kemajuan UMKM Indonesia. Info selengkapnya bisa kunjungi saja website resminya di https://amartha.com/.

Tag: