literasi dan numerasi

Pembentukan Karakter dalam Pembelajaran Literasi dan Numerasi

Pembelajaran literasi dan numerasi dapat membentuk karakter positif pada seluruh siswa. Namun, semua itu tak bisa terjadi begitu saja. Artinya, pendidik perlu menyiapkan strategi terbaik agar karakter baik tersebut dapat terwujud dan ter-aplikasikan. Ya, guru harus mengatur dengan baik manajemen pembelajarannya. Sehingga, pembentukan karakter dapat terlaksana dengan mudah. Yuk, simak ulasannya!

Manajemen Pembelajaran Literasi Numerasi Berkarakter

Dalam pembelajaran literasi atau numerasi, guru harus memperhatikan beberapa pilar penting, yakni:

  • Teknik penguasaan kelas
  • Pemahaman dan penguasaan materi ajar literasi numerasi
  • Pemahaman dan penerapan approach, model atau metode pembelajaran berkarakter
  • Pemahaman kepribadian dan karakter tiap individu di kelas
  • Persiapan dan perencanaan pembelajaran
  • Kelengkapan bahan ajar termasuk AN dan komponen AKM
  • Komunikasi yang bagus
  • Perwujudan mental dan karakter yang positif
  • Kepekaan terhadap suasan kelas
  • Dan masih banyak lagi

Yang pasti, guru harus menyampaikan pembelajaran dengan keikhlasan dan kenyamanan agar berhasil membentuk karakter siswa melalui pembelajaran tersebut.

Pembelajaran literasi dan numerasi, khususnya bidang Matematika, termasuk aktivitas yang cukup kompleks. Pembelajaran tersebut tak hanya melibatkan guru tetapi juga siswa, karakteristik, dan situasi dalam lingkungan belajar. Sehingga, Anda tidak bisa dengan mudah menjadikan sebuah pembelajaran sebagai resep dalam real action.

Kenapa demikian? Ada dua hal yang mendasari semua itu, yakni:

  • Pembelajaran akan melibatkan banyak pengetahuan, seperti materi yang hendak disampaikan, gaya belajar tiap individu, perbedaan karakater, suasan lingkugan belajar, bahkan hingga lingkungan masyarakat. Selain itu, ada juga pertimbangan terhadap hal-hal khusus, seperti karakteristik materi dan cara penyampaiannya.
  • Implikasi yang menunjukkan bahwa pembelajaran akan membutuhkan banyak domain, sehingga pendidik harus bijak dalam menetapkan: cara memberi dan menjawab pertanyaan, cara menyampaikan topik pembelajaran dengan tepat, pelaksanaan tugas individu atau kelompok dengan waktu yang tepat, tingkat kesulitan materi ajar, dan juga keseimbangan antara pertimbangan dan tujuan belajar.

Pembelajaran literasi dan numerasi akan sangat berkesan juga bermakna ketika seorang guru dapat menunjukkan hikmah yang akan siswa dapatkan setelah mempelajari bidang tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar karakter siswa terbentuk dengan baik setelah pembelajaran? Berikut caranya:

  • Menyajikan penyampaian dan pemahaman yang tepat terkait pendidikan karakter
  • Pembiasaan
  • Teladan atau contoh
  • Pembelajaran literasi numerasi secara integral

Pembentukan Karakter Melalui Pembelajaran Literasi Numerasi

Pembelajaran ilmu literasi numerasi termasuk pembelajaran dalam bidang Matematika yang mana pelaksanaannya akan mempengaruhi proses dan juga tujuan tertentu. Pada dasarnya, pembentukan karakter dalam pembelajaran itu sama. Seperti halnya dalam keterampilan literasi numerasi, pelaksanaannya mempengaruhi karakter yang masih berkaitan erat dengan kemampuan analisis serta penyelesaian masalah di kehidupan masing-masing individu.

Kemampuan analisis dan penyelesaian masalah merupakan suatu kemampuan dengan tingkat yang cukup tinggi. Salah satu penerapannya yakni siswa terbiasa menggunakan kumpulan simbol atau angka dalam merumuskan dan menyelesaikan permasalahan yang kemudian rumusan serta penyelesaian tersebut disajikan dalam bentuk tabel atau bagan.

Sebagai contoh, saat hendak memasuki tahun ajaran baru, seorang siswa memerlukan beberapa kebutuhan sekolah. Karena telah mempelajari literasi numerasi dengan baik, siswa tersebut memperinci semua kebutuhannya, seperti 1 pasang seragam pramuka, 1 pasang seragam merah putih, 1 penghapus dan serutan pensil, 2 pensil, 12 buku tulis, 1 pasang sepatu, dan lainnya. Agar lebih mudah, anak dapat menggambarkannya dalam sebuah tabel.

Kemampuan seperti itulah yang menjadi harapan pendidikan, yakni mampu mengaplikasikan apa yang telah Mereka pelajari di sekolah. Karakter yang terbentuk dari pengembangan literasi dan numerasi adalah terbiasa berpikir praktis dan positif dalam memecahkan masalah sehari-hari dengan mengolah informasi dan angka-angka.

Tag: